Minggu, 15 Maret 2009

Wisata monumenm jogja kembali

. Minggu, 15 Maret 2009
0 komentar








Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Monumen Yogya Kembali dengan bentuk bangunana yang dikelilingi kolam











Monumen Yogya Kembali atau dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah “Monjali” dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 yang ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh Kolonel Sugiarto, selaku Walikotamadya Yogyakarta dalam Peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983.

Dipilihnya nama “Yogya Kembali” dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

Pembangunan monumen dengan bentuk kerucut dan terdiri dari tiga lantai ini selesai dibangun dalam waktu empat tahun dan diresmikan pembukaannya tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto. Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan selain memiliki makna melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah. Pemilihan lokasi Monumen Yogya Kembali juga memiliki alasan berlatarkan budaya Yogya, yaitu monumen terletak pada sumbu atau poros imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan pantai Parang Tritis. Sumbu imajiner ini sering disebut dengan Poros Makrokosmos atau Sumbu Besar Kehidupan. Titik imajinernya sendiri bisa anda lihat pada lantai 3 ditempat berdirinya tiang bendera.








[navigasi.net] Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Diorama yang menggambarkan Letkol Soeharto yang sedang melakukan konsolidasi di Ngoto, 26 Desember 1948


Bangunan monumen ini terdiri dari taman depan dimana pengunjung bisa melihat Meriam PSU Kaliber 60mm buatan Rusia, sedangkan dihalaman paling depan anda bisa jumpai Replika Pesawat Guntai dan Pesawat Cureng yang dipakai dalam peristiwa perjuangan ini.

Memasuki halaman museum terdapat dinding yang memenuhi satu sisi selatan monumen yang berisi Rana Daftar Nama Pahlawan dimana pengunjung bisa melihat 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949 dan puisi “Karawang-Bekasi” karangan Khairil Anwar.

Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum dimana terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan.








[navigasi.net] Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Relief perjuangan phisik dan diplomasi di lapik luar dinding lantai dua


Perpustakaan menggunakan satu ruang di lantai satu yang merupakan perpustakaan khusus yang menyediakan bahan-bahan referensi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dan dapat dimanfaatkan oleh umum.

Ruang Serbaguna adalah ruangan yang terletak ditengah-tengah ruangan lantai satu lengkap dengan panggung terbuka-nya. Setiap hari Sabtu dan Minggu diruangan ini digelar berbagai atraksi diantaranya tarian klasik, gamelan, musik electone yang memainkan lagu-lagu perjuangan. Ruangan Serbaguna ini bisa digunakan oleh umum untuk acara-acara pernikahan, seminar, wisuda dan lain-lain.

Di lantai 2 bagian dinding paling luar yang melindungi tubuh monumen, pengunjung bisa melihat 40 buah Relief Perjuangan Phisik dan Diplomasi perjuangan Bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. Pengunjung bisa melihat antara lain relief Jenderal Mayor Meyer yang mengancam Sri Sultan HB IX pada tanggal 3 Maret 1949, Presiden dan para pemimpin lain kembali ke Yogyakarta, pernyataan dari Sri Sultan HB IX yang menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian dari Negara Republik Indonesia, Perayaan Kemerdekaan di halaman Kraton Ngayogyakarta dan lain-lain.








[navigasi.net] Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Meriam PSU Kaliber 60mm buatan Rusia


Didalam bangunan lantai dua terdapat sepuluh diorama perjuangan Phisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949 dengan ukuran life-size melingkari bangunan monumen. Diorama diawali dengan Agresi Militer Belanda memasuki kota Yogyakarta dalam rangka menguasai kembali Replublik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948 dimana pengunjung bisa menyaksikan miniatur pesawat-pesawat Belanda yang dibuat mirip dengan asli-nya. Apabila anda datang didampingi pemandu maka pemandu akan dengan senang hati menjelaskan kepada anda peristiwa sesungguhnya yang terjadi dimana pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Van Langen berhasil menguasai Lapangan Udara Maguwo (kini Adisucipto) pada pukul 08.00 dan mengadakan ‘sapu bersih’ terhadap apa yang dijumpai sepanjang jalan menuju Kota Yogyakarta (Jalan Solo). Kurang lebih pukul 16.00 pasukan Belanda sudah menguasai seluruh kota Yogyakarta dan beberapa tempat-tempat penting lain seperti Istana Presiden (Gedung Agung) dan Benteng Vredeburg. Sejak itu perjuangan merebut kembali Negara RI dimulai.

Kesepuluh diorama disajikan dalam kronologis waktu sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami urutan kejadian yang sebenarnya. Disini kita juga semakin memahami peran perjuangan Jenderal Soedirman yang waktu itu dengan kondisi kesehatan sangat lemah dan paru-paru sebelah tetap memaksakan diri ikut berjuang dengan cara gerilya walaupun Presiden Soekarno sudah memintanya untuk tinggal bersamanya saja. Diorama ini disajikan diawal-awal.








Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Rana Daftar Nama Pahlawan


Ditengah-tengah diorama disisipkan juga adegan yang terkenal dengan sebutan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Soeharto yang memiliki tujuan politik, psikologis dan militer dimana bangsa Indonesia ingin mengabarkan pada dunia mengenai eksistensi-nya. Berita keberhasilan SU 1 Maret 1949 tersebut berhasil disebarluaskan melalui jaringan radio AURI dengan sandi PC-2 di Banaran, Playen, Gunung Kidul secara beranting hingga sampai ke Burma, India dan sampai kepada perwakilan RI di PBB.

Menjelang diorama terakhir kita bisa melihat akhir dari perjuangan panjang dan melelahkan bangsa dimana akhirnya tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan Sri Sultan HB IX bertindak selaku koordinator keamanan yang mengawasi jalannya penarikan pasukan tersebut dan diakhiri dengan adanya Persetujuan Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949.

Puas mendengarkan penuturan pemandu tentang sejarah perjuangan bangsa jangan lupa menyempatkan diri ke lantai tiga dari gedung monumen yang dinamakan Garbha Graha atau Ruang Hening. Dalam ruangan ini terdapat tiang bendera dengan bendera merah putih terpasang ditengah ruangan. Terdapat relief di dinding berupa gambar tangan yang dapat diartikan sebagai perjuangan phisik dan perjuangan diplomasi yang digambarkan dengan tangan memegang pena. Pemandu akan meminta pengunjung untuk menundukkan kepala dan berdoa sejenak bagi arwah para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dapat diterima di sisi Tuhan sesuai dengan amal baktinya.








Lain-lain - Monumen Yogya Kembali
Tanggul Keliling disisi barat dan timur yang ditanami pohon


Monumen ini sangat tepat menjadi sarana kita untuk memahami sejarah tanpa harus merasa digurui karena peran pemandu dalam menyampaikan setiap cerita dalam diorama sangat menarik dan tidak menjemukan. Disini pengunjung akan disegarkan kembali ingatannya akan sejarah perjuangan bangsa dan mengetahui siapa saja tokoh-tokoh dibalik perjuangan itu. Tidak salah apabila anda mengunjungi monumen ini bersama keluarga karena selain semua tempat yang telah disebutkan monumen ini juga dilengkapi dengan taman yang terletak di bagian barat dan timur. Beberapa pentas seni seperti keroncong dan campur sari sering diselenggarakan ditaman monumen ini terutama dalam perayaan-perayaan seperti Hari Raya Idul Fitri.

Monumen ini dibuka setiap hari Selasa - Minggu pada jam 08.00 – 16.00 WIB tetapi pada masa liburan sekolah monumen ini juga buka pada hari Senin dari jam 08.00 – 14.00 WIB. Dengan biaya masuk Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk wisatawan asing tempat ini layak untuk dijadikan tempat kunjungan wisata anda bersama keluarga.

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wista

.
0 komentar








Museum - Museum Kereta Api Ambarawa




Sekitar satu jam perjalanan dari rute Semarang - Yogyakarta, kita bisa berkunjung ke lokasi museum kereta api yang terletak di kota Ambarawa. Dari semua museum kereta yang pernah saya kunjungi selama berwisata di luar negeri, boleh dibilang kereta api yang terdapat di museum ini kurang terpelihara dengan baik. Hanya satu dari sekian lokomotif yang ada di museum ini masih terawat dengan baik, yakni lokomotif yang hingga sekarang masih digunakan untuk keperluan wisata secara komersial. Selebihnya, tampak terabaikan dengan membiarkannya berkarat di luar bukan didalam ruangan tertutup yang mampu melindunginya dari perubahan cuaca, seperti yang umum dilakukan oleh museum kereta api lainnya.

Sepanjang ingatan saya, secara keseluruhan kondisi stasiun (museum) kereta ini, masih terlihat terawat seperti mana kondisi saat masih 'berjaya' dimasa lalu. Halaman teras stasiun terlihat rapi, bersih dan terawat, demikian juga dinding atau bangunan fisik dari stasiun ini. Sebuah jam model kuno yang terpasang di dinding sisi atas stasiun masih bisa berfungsi dengan baik. Model jam seperti ini, dulunya umum digunakan diseluruh stasiun kereta api.








[navigasi.net] Museum - Museum Kereta Api Ambarawa


Stasiun ini didirikan pada tahun 1873 selama pemerintahan kolonial Koningen Willem I. Sampai sekarang, beberapa ruangan dan perabot yang dulu sering digunakan selama masa tersebut, masih tampak terlihat terawat dengan baik. Anda bisa melihat bagian ruang tunggu yang masih lengkap dengan perabot meja kursi tempo dulu dan beberapa peralatan komunikasi dan kontrol jalur kereta api yang kesemuanya masih dalam kondisi baik. Sayangnya stasiun ini sudah tidak lagi berfungsi sebagai sarana transportasi umum, namun sebagai museum kereta api bisa menjadikannya lebih terawat.

Pada jaman kolonial, kereta api yang ada di stasiun ini digunakan sebagai sarana transportasi umum untuk melayani penumpang dan hasil pertanian di sekitar lokasi. Untuk melintasi area perbukitan, pada bagian tengah dari rel kereta api terdapat plat besi khusus untuk memudahkannya mendaki bukit.








[navigasi.net] Museum - Museum Kereta Api Ambarawa


Saat ini, satu dari beberapa lokomotif tua yang ada di stasiun ini masih digunakan untuk keperluan wisata, terutama bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman naik kereta ber-loko seperti yang dulu pernah terjadi. Museum ini mengenakan biaya sebesar 3,5 juta rupiah (+/- 400 USD) untuk sebuah rute perjalanan dengan menggunakan kereta api tua yang mampu mengangkut hingga maksimum 40 orang. Perjalanan sejarah "tempo doeloe" ini menempuh jarak sekitar 20 kilometer pulang-pergi, yakni dari Stasiun Ambarawa hingga Stasiun Bedono dalam waktu tempuh +/- dua jam.

Saratnya kandungan sejarah dengan suasana stasiun kereta api jaman dulu yang masih terawat rapi, menjadikan lokasi ini cukup populer sebagai tempat untuk "pre wedding photgraphy" atau sekedar sarana jalan-jalan dengan binatang peliharaan oleh masyarakat sekitar.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 14 Maret 2009

pothokelkuarga

. Sabtu, 14 Maret 2009
0 komentar



Klik disini untuk melanjutkan »»
.
1 komentar








Sejarah Erlangga Jaya Tour

Sebelum Berdiri Erlangga Jaya Tour, Berdirilah CV. Erlangga Pada Tanggal 18 Januari 2005, Yaitu Sebuah usaha penjualan computer dan pemasaran, dulu masih belum bunyak yang berdiri se buah toko penjualan komputer dan untuk memperoleh seperangkat alat computer, tapi sekarang sudah banyak yang menjual seperti itu, yach sekarang zaman udah modern, mungkin sekarang tiap orang punya kali yach di tambah lagi harganya pun sudah murah buget!

CV. Erlangga yang di pimpin Seorang Lulusan Sarjana Ekonomi, Sebut Saja NAmanya Bapak Gede Sucipta Yang Sekarang Jadi Pimpinanku Atau Bahasa Indonesianya Manager Saya Gitu Loh!

Yach Katanya cih Nama Erlangga Di Ambil Dari Sebuah cerita, pasti dah tahu kan sebuah cerita kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja erlangga, yang artinya raja penguasa! Yach mungkin itu nama CV. Erlangga di ambil dari cerita. Dengan bekal Ilmu yang di dapat dari sarjana ekonomi yaitu mengenai tentang bisnis pak gede ini mengelola dengan sangat baik! Mulai dari Managen yang bagus dan teratur! Beliu Bisa Menjadi Orang Sukses. Dari tahun ketahun, waktu juga terus berputar, dan cara berfikirnya tidak putus beliu juga mendirikan pengiriman paket barang dengan ESL expres lorena, dan tidak itu juga beliu jugauntuk mendirikan Biro perjalan wisata, dengan modal usaha yaitu dari ke untungan adri usahanya di penjualan computer dan Paket pengiriman barang itu, pak gede langsung membeli bus wisata yang berjumlah ada 7 buah Bus, wah2 hebat bener yach! Yach nggak heran sih beliu orangnya disiplin dan pintar untuk mengatur uang. Dengan dibantu karyawan lainya yang berjumlah ada 10 orang!

Tahun 2007 usahanya yang penjualan computer di hentikan yach karena persaingan sudah begitu banyak, dan Usahanya wisata yang begitu melambung tinggi beliu kualahan, dengan wisata kesana kemari, kemanapun saja deh pasti ada, di bawah ni kita biasa lihat Referensi dari wisata erlangga:

REFERENSI ERLANGGA JAYA CUSTOMERS

Customers

Tanggal

Tujuan

* STIE AMA Salatiga

25 – 27 Juli 2008

Bandung

* SMAN 03 Semarang

11 Juli 2008

Yogyakarta

* PKK Warung Lanang Ambarawa

29 Juni 2008

Solo

* Yayasan Gotong Royong Ambarawa

27 Juni -2 Juli 2008

Bali

* RA Sabilul Huda Jimbaran

26 Juni 2008

Purbalingga

* SD Negeri Kranggan 01 Ambarawa

19 Juni 2008

Purbalingga

* SD Negeri Bandungan 01 Bandungan

7 Juni 2008

Purbalingga

* SD Negeri Sidomulyo 01 Ungaran

4 Juni 2008

Purbalingga

* SD Negeri Kenteng 02 Bandungan

12 April 2008

Purbalingga

* Kel. Besar Sek.Cam se Kab. Semarang

20 Maret 2008

Purbalingga

* Keluarga Besar Kec. Bawen

20 – 24 Desember 2007

Bali

* PKK Bandungan RT 07

9 Desember 2007

Purbalingga

* Ikatan Pensiunan P&K Ambarawa

21 November 2007

Semarang

* SMP Negeri 02 Salatiga

27 Oktober 2007

Yogyakarta

* PT. Semarang Garment

17 – 20 Oktober 2007

Bali

* PT. Semarang Garment

11 Agustus 2007

Yogyakarta

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

29 Juli 2007

Purbalingga ke II

* Kep. Sekolah se-Kec. Ambarawa

26 – 29 Juli 2007

Jakarta – Bandung

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

24 – 28 Juli 2007

Bali ke III

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

22 Juli 2007

Purbalingga I

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

13 – 16 Juli 2007

Jakarta ke II

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

8 – 12 Juli 2007

Bali ke II

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

3 – 7 Juli 2007

Bali ke I

* RSK Ngesti Waluyo Parakan

29 Juni – 2 Juli 2007

Jakarta ke I

* SD Negeri Kranggan Ambarawa

23 Juni 2007

Purbalingga

* SD Negeri Ngempon 01 Karangjati

21 Juni 2007

Yogyakarta

* SD Negeri Ngempon 02 Karangjati

21 Juni 2007

Yogyakarta

* SMA Negeri Ambarawa

20 Juni 2007

Purbalingga

* SD Negeri Wringin Putih Karangjati

19 Juni 2007

Yogyakarta

* SD Negeri Bandungan 03

18 Juni 2007

Purbalingga

* SD Negeri Sudirman Ambarawa

26 Mei 2007

Purbalingga

* SD Negeri Panjang 03 Ambarawa

26 Mei 2007

Purbalingga

* Yayasan Gotong Royong Ambarawa

18 – 20 April 2007

Bandung

* Mahasiswa STIE AMA Salatiga

10 – 12 April 2007

Bandung

* Dosen STIE AMA Salatiga

23 – 25 Februari 2007

Bandung

Dan Sekarang Bapak Gede Ini Membangun Lagi Biznis computer lagi Dengan Nama Yang Baru Sekarang nama Usahanya “AsTa” yach Katanya Sih Atau artinya Asta Itu Adlah Delapan, yang berarti delapan arah rezki! Di yang tempatnya sekarang di Jl. Mgr Soegiyopranoto No. 165 Ambarawa!

Sekarang di tambah Internet, celular, dan di tambah cafe, yang di beri nama Asta Teh river cafe ide cafe ini dari anaknya yaitu ayu cista, yang juliyah di bandung!

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com